Breaking News
Loading...

Recent Post

Tampilkan postingan dengan label Area Seksual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Area Seksual. Tampilkan semua postingan
Senin, 10 Agustus 2015
no image

Ciri Wanita di Saat Subur? Ini Penjelasannya!



Impian banyak pasangan untuk segera memiliki momongan. Namun, tahukah Anda bahwa salah satu kunci keberhasilan dalam memiliki momongan adalah dengan melakukan hubungan saat masa subur wanita. Telur hanya dikeluarkan wanita sekali dalam satuperiode siklus menstruasi, yang disebut ovulasi. Jika Anda melakukan hubungan seksual diluar masa ovulasi, maka kemungkinan kecil, sel sperma akan bertemu dengan sel telur dan membentuk calon bayi. Penentuan masa subur dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Namun tidak perlu melakukan pemeriksaan di rumah sakit untuk mengetahuinya, karena ada beberapa perubahan pada tubuh wanita saat masa subur. Apa saja tanda-tanda masa subur seorang wanita?


#Siklus haid

Seorang wanita pada umumnya akan mengalami siklus haid sekitar 22-35 hari. Masa ovulasi akan terjadi sekitar 14 hari sebelum siklus haid berikutnya. Jadi, jika Anda memiliki siklus haid 30 hari, maka masa ovulasi adalah pada hari ke 16 dari siklus haid Anda, ditambah dan dikurangi tiga hari. Jadi ini adalah waktu yang tepat dimana sel sperma dapat membuahi sel telur.

Berikut beberapa tanda lainnya wanita sedang subur:

#Suhu tubuh

Pada masa subur atau masa ovulasi, suhu tubuh akan meningkat. Suhu akan mengalami peningkatan suhu sekitar 10C. Untuk mendapatkan pengukuran yang tepat, Anda harus cermat dalam mengamati pola suhu tubuh Anda. Suhu dapat diukur pada pagi hari dan Anda harus melakukan pencatatan suhu tersebut untuk mengetahui rerata suhu tubuh Anda dan kapan terjadi kenaikan suhu. Kekurangan dari cara ini adalah dibutuhkan usaha dalam pencatatan suhu harian dan kurang spesifik, mengingat banyak kejadian yang dapat meningkatkan suhu tubuh.


#Lendir serviks. 

Masa subur memiliki ciri lendir serviks yang lebih encer. Amati tingkat kekentalan dari lendir serviks Anda. Lendir yang keluar pada masa subur memiliki ciri lebih encer dari lendir pada hari yang biasa, tidak terputus jika dipegang dan jika ditarik dapat memanjang. 



Semoga bermanfaat...
no image

Resep Trik Berhubungan Suami Istri Untuk Atasi Ejakulasi Dini


ejakulasi dini
Ejakulasi dini memiliki definisi ejakulasi yang berulang, sering, atau menetap dengan stimulasi yang minimal, sebelum, saat, atau sesaat setelah penetrasi, dan sebelum saat yang diinginkan, oleh karena tidak mampu mengendalikannya yang kemudian menyebabkan ketidakpuasan pada pasangan, rasa terganggu, dan rasa tertekan.
Penelitian terakhir menyebutkan bahwa ejakulasi dini adalah ketidakmampuan mengontrol ejakulasi secara seksual maupun emosional. Namun harus dievaluasi lagi, bahwa  ada pria yang ejakulasi dalam waktu 1 menit tetap 'senang' saja karena pasangannya terpuaskan, sedangkan ada pria yang ejakulasi dalam 10 menit yang merasa mengalami ejakulasi dini karena tidak mampu memuaskan pasangannya.
Penyebab dari ED harus dicari terlebih dahulu, apakah psikologik (perasaan bersalah, stress, kecemasan, disfungsi ereksi), organik (gangguan organ), atau iatrogenik (karena tindakan medis). Penyebab ED sendiri paling banyak disebabkan oleh psikologis.
ED sendiri terbagi atas primer (ED terjadi dari awal postpubertas) atau sekunder (sebelumnya ejakulasi normal dan tiba-tiba menjadi ED). Penyebab dari ED ini sebaiknya Anda cari dan kenali agar penatalaksanaan yang dilakukan dapat tuntas.
Sebelum membahas penanganan ejakulasi dini, ada baiknya perlu dipahami terlebih dahulu kenapa ejakulasi dini dapat terjadi. Berikut penjelasannya:

Definisi Ejakulasi Dini
ejakulasi diniSebelum mengetahui hal-hal apa saja yang menjadi penyebab ejakulasi dini, ada baiknya kita mengetahui dahulu apa yang dimaksud dengan kondisi ejakulasi dini, dengan meninjau beberapa definisi menurut beberapa versi sebagai berikut:
Ejakulasi dini memiliki banyak definisi.
1. Menurut WHO (2004)
Ejakulasi dini adalah ejakulasi yang berulang, sering, atau menetap dengan stimulasi yang minimal, sebelum, saat, atau sesaat setelah penetrasi, dan sebelum saat yang diinginkan, oleh karena tidak mampu mengendalikannya yang kemudian menyebabkan ketidakpuasan pada pasangan, rasa terganggu, dan rasa tertekan.
2. American Psychiatric Association DSM-IV (2000)
  • Ejakulasi berulang atau menetap dengan stimulasi seksual yang minimal, atau sesaat setelah penetrasi dan sebelum saat yang diinginkan.
  • Gangguan yang menyebabkan depresi atau kesulitan interpersonal
  • Bukan merupakan akibat langsung suatu obat 
3. American Urological Association (2004)
Ejakulasi yang terjadi lebih cepat dari yang diinginkan, baik sebelum atau sesaat setelah penetrasi, menyebabkan depresi pada salah satu ataupun kedua pasangan.

Penyebabnya ejakulasi dini bisa difaktori berbagai macam faktor. Dari kejiwaan hingga ke aspek kondisi kesehatan tubuh. Berikut diantara aspek pencetus ejakulasi dini:
  • Rasa panik
  • Stres
  • Kecanduan obat
  • Masalah dalam hubungan sehari-hari dengan pasangan
  • Perubahan status dalam sosial
  • Gangguan ereksi
  • Libido rendah.
Hubungan seksual aktif tidak termasuk diantaranya. Selama Anda terhindar dari kondisi-kondisi di atas, diharapkan dapat mencegah terjadinya ejakulasi dini.

Beberapa cara yang dilakukan untuk mengontrol ejakulasi dini adalah :
  • Jangan menggunakan narkotik atau alkohol.
  • Cobalah untuk relaks atau santai sebelum berhubungan seksual.
  • Bernapas dalam. Salah satu cara yang paling mudah untuk santai ketika berhubungan adalah menarik napas dalam.
  • Melakukan masturbasi 1-2 jam sebelum berhubungan dapat memperlama fase ereksi
  • Melakukan teknik Stop-Start yang dipopulerkan oleh Masters dan Johson. Teknik ini cukup efektif untuk mengontrol ejakulasi. Cara yang dilakukan adalah :
  • Pasangan wanita memulai dengan rangsangan pada penis pria dan menghentikannya ketika pria merasakan sensasi yang dapat membuat ejakulasi. 
  • Pasangan wanita kemudian memberikan tekanan lembut pada penis tepat dibelakang kepala penis sampai sensasi tersebut menghilang.
  • Pria bernapas dalam dan merasakan sensasi tersebut dan berusaha mengendalikannya.
  • Apabila sensasi sudah menghilang maka rangsangan dapat diberikan kembali oleh pasangan wanita.
  • Lakukan berulang-ulang sampai kurang lebih 10 kali
  • Setelah berlatih metode ini, pasangan dapat melakukan hubungan seksual dengan pasangan wanita berada di posisi atas
  • Arah pikiran dan konsentrasi. Arahkan pikiran pada sesuatu yang tidak ada sangkut pautnya dengan seks ketika berhubungan badan. Bisa juga sambil memikirkan yang tidak sukai. Hal ini akan mengurangi rangsangan yang diterima.
  • Mengurangi sensitifitas pada penis. Gunakan kondom, cream atau alat bantu seks lainnya yang dapat mengurangi rangsangan yang diterima oleh pihak pria. Kondom yang digunakan sebaiknya yang ukuran tebal agar dapat mengurangi rangsangan yang bakal diterima nanti.
  • Posisi yang tepat. Carilah posisi-posisi hubungan intim yang biasanya dapat anda nikmati dalam waktu yang lama. Pakailah posisi tersebut di awal permainan agar dapat tahan lama dan pasangan anda bisa orgasme atau keluar lebih dahulu.
Latihan ini adalah latihan pengendalian diri di dalam berhubungan intim. Jika keluhan masih belum dapat teratasi, segera menghubungi dokter spesialis andrologi untuk konsultasi lebih lanjut.

Semoga bermanfaat...

no image

Faktor Sulit Hamil? Ini Penjelasannya!




Keinginan untuk memiliki keturunan sangat wajar untuk dimiliki oleh pasangan yang telah menikah. Namun, ternyata tidak semua pasangan dapat dengan mudah memiliki keturunan. Sekitar 70% pasangan akan langsung mendapat keturunan pada tahun pertama pernikahan mereka, 20% pasangan akan mendapat keturunan pada tahun kedua pernikahan mereka, dan sisanya akan mendapat keturunan pada tahun ketiga mereka atau bahkan tidak memiliki keturunan sama sekali.

Pasangan dikatakan tidak subur bila tidak mendapat keturunan setelah 1 tahun pernikahan dan berhubungan sex 2-3 kali perminggu tanpa menggunakan kontrasepsi. Kasus yang sering terjadi bila menyangkut sulit untuk memiliki keturunan ini, tragisnya malah pihak perempuan yang sering menjadi sasaran. Hal tersebut tidak lain disebabkan oleh kurangnya pengetahuan bahwa untuk mendapatkan keturunan, dibutuhkan kerja sama dari kedua belah pihak, laki-laki dan perempuan.

Dalam kerjasama keduabelah pihak, tentu saja tidak luput dari dua faktor utama. Apa saja itu? Mari simak


Faktor wanita:

Pada wanita, ketidaksuburuan dapat terjadi karena adanya infeksi pada vagina
Ketidaknormalan kondisi organ reproduksi wanita 

Tidak normalnya jumlah lendir pada vagina akibat pengaruh hormon sehingga dapat menghambat perjalanan sperma untuk bertemu dengan sel telur.

Faktor pria:

Ketidaksuburan dapat terjadi akibat tidak normalnya sperma,
baik itu bentuknya, jumlahnya, maupun pergerakannya. Dapat juga dikarenakan ketidakmampuan ereksi Proses ejakulasi yang abnormal
infeksi pada organ reproduksi

Untuk mengetahui penyebab ketidaksuburan, hendaknya Anda dan pasangan memeriksakan diri ke dokter, untuk dilakukan pemeriksaan, baik itu pemeriksaan fisik untuk mengetahui apakah terdapat ketidaknormalan pada organ reproduksi ataupun pemeriksaan penunjang untuk mengetahui apakah ada masalah hormon atau ketidaknormalan sperma.




Semoga bermanfaat. Selamat mencobaa...
Minggu, 09 Agustus 2015
no image

Vagina Terasa Sakit Saat Berhubungan Badan? Ini Penjelasannya!



Nyeri saat senggama ataupun setelah senggama merupakan hal yang harus diperhatikan, apalagi jika hal ini terjadi berulang-ulang. Masalah ini biasanya menimpa kaum wanita, namun tidak menutup kemungkinan untuk menimpa kaum pria. Nyeri yang muncul dapat disebabkan oleh kurangnya pelumas (lubrikan) yang keluar dari alat kelamin wanita sehingga saat alat kelamin pria masuk ke dalam alat kelamin wanita akan timbul rasa nyeri.

Nyeri yang dirasakan bersifat traumatis dan sulit dilupakan sehingga pada aktivitas seksual berikutnya, biasanya lubrikan yang kurang didukung oleh vagina yang tidak membuka, serta ingatan akan rasa nyeri tersebut akan memperparah rasa nyeri yang terjadi sehingga akan timbul nyeri yang lebih hebat lagi.

Apakah dapat disepelekan? Berikut penjelasannya

Masalah ini memang bukanlah masalah yang mengancam nyawa, tetapi membutuhkan perhatian khusus karena berhubungan dengan masalah psikologis pasangan sehingga dapat berdampak pada kehidupan rumah tangga seseorang.


Nyeri saat dan setelah senggama dapat disebabkan oleh faktor usia, yaitu pada usia-usia pre-menopause ataupun pasca-menopause, pada usia ini faktor hormon berperan sehingga jumlah lubrikan yang keluar menjadi berkurang. Dapat juga dipengaruhi oleh adanya infeksi pada alat kelamin wanita atau organ reproduksi wanita sehingga peradangan yang terjadi akan menimbulkan nyeri setiap terjadi penetrasi alat kelamin pria ke dalam alat kelamin wanita.

Bila terjadi masalah ini hendaknya pasangan segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut, karena jika penyebab tidak diatasi maka nyeri akan terus berulang. Hal ini tentunya akan membuat stres pasangan wanita karena akan menyebabkan hilangnya gairah seks pasangan wanita.



Kiat Mengatasi Nyeri Berhubungan Seks

Beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri ketika senggama, antara lain:

1. Tambah Lubrikan

Salah satu yang dapat dilakukan adalah menggunakan cairan pelembab kulit sebagai lubrikan tambahan yang diberikan pada alat kelamin pria dan alat kelamin wanita sehingga saat penetrasi, nyeri dapat berkurang.

2. Women, Take Control

Selain itu, saat melakukan penetrasi hendaknya si wanita yang memasukkan sendiri alat kelamin pasangannya supaya dapat mengendalikan penetrasi tersebut.

3. Take it Slow & Tidak Terlalu Memaksa ke Dalam

Juga dihindari melakukan penetrasi yang terlalu dalam karena pada pasien-pasien dengan infeksi organ reproduksi akan mengalami nyeri di bagian dalam. 




Semoga bermanfaat. Selamat mencoba...

no image

Bahaya Melakukan Anal Seks! Ini Penjelasannya!



Bagi Anda yang melakukan seks aktif mungkin pernah berpikir untuk mencegah kehamilan baik itu untuk menunda kehamilan maupun untuk menjaga jarak kehamilan. Pemerintah pun sudah mengadakan program KB yang mengenalkanpemakaian alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Namun beberapa orang tidak menyukai pemakaian alat kontrasepsi tersebut. 

Berbagai alasan telah dikemukakan, seperti timbulnya efek samping dari pemakaian alat kontrasepsi tersebut seperti bertambahnya berat badan, timbulnya jerawat, nyeri saat haid, ataupun berkurangnya kenyamanan saat melakukan hubungan seks dengan pasangan. Ketidaknyamanan dalam pemakaian alat kontrasepsi ini membuat Anda mencari-cari cara untuk mencegah terjadinya kehamilan, seperti melakukan oral seksataupun anal seks.

Anda mungkin berpikir dengan tidak memasukkan alat kelamin pria ke dalam alat kelamin wanita, dapat mencegah masuknya sperma saat terjadi ejakulasi sehingga kehamilan tidak mungkin terjadi. Namun harus diingat juga, bahwa melakukan oral seks apalagi anal seks dapat menimbulkan efek yang jauh lebih berbahaya.

Ketika melakukan anal seks, pria akan memasukkan alat kelaminnya ke dalam lubang anus pasangannya. Tentunya keadaan ini tidak higienis sama sekali karena lubang anus merupakan tempat keluarnya kotoran. Dari perilaku anal seks ini dapat timbul berbagai macam penyakit, bahkan anal seks dianggap sebagai perilaku seks yang paling berisiko.


Berikut beberapa risiko dan dampak dari hubungan seks melalui lubang dubur (anal seks):
  1. Lubang anus tidak menghasilkan lubrikan seperti vagina, sehingga selain hanya akan merasakan nyeri sepanjang penetrasi di dubur, penetrasi ke dalam anus juga dapat menyebabkan luka pada anus.
  2. Luka tersebut memungkinkan masuknya virus dan bakteri ke dalam pembuluh darah.
  3. Bagian dalam anus tidak dilapisi kulit seperti bagian luar anus sehingga tidak ada yang memproteksi masuknya virus ataupun bakteri.
  4. Dengan demikian perilaku anal seks menjadi rentan terkena penyakit menular seperti HIV– AIDS, hepatitis, HPV dan lain-lain.
  5. Selain itu, otot di sekitar anus yang berbentuk cincin dapat menjadi longgar bila anal seks dilakukan berulang-ulang sehingga lambat laun, dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk menahan BAB (buang air besar)karena ototnya telah menjadi longgar.
Dengan kata lain Anal seks sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan. Bila ingin mencegah kehamilan, Anda dapat melakukan KB kalender ataupun senggama terputus bila memang tidak ingin penetrasi ke dalam vagina. Lakukanlah seks yang aman demi kesehatan Anda dan pasangan.


Semoga bermanfaat...
Copyright © 2013 Info kesehatan online All Right Reserved